Budidaya Cabe Di Pekarangan Rumah

Budidaya Cabe Di Pekarangan Rumah

Cara Menanam Cabe Dalam Pot – Budidaya tanaman cabe dalam pot dapat Anda jadikan sebagai usaha sampingan di rumah. Selain mudah dalam penanaman, menanam cabe dalam pot juga dapat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan dapur dan mendatangkan keuntungan. Cabe merupakan anggota buah genus Capsicum. Cabe telah menjadi bumbu wajib untuk setiap masakan. Terdapat beberapa jenis cabe di Indonesia, antara lain yaitu cabe hijau, cabe merah, cabe keriting, dan cabe rawit. Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang paling diminati oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang pedas.

Selain banyak yang menggemari cabe karena rasa pedasnya, cabe juga memiliki nilai keonomis yang tinggi, harga cabe di pasaran akan melonjak sangat tinggi pada waktu-waktu tertentu. Oleh sebab itu, banyak petani Indonesia yang membudidayakan berbagai macam tanaman cabe. Namun tidak hanya para petani saja, untuk masyarakat perkotaan yang ingin melakukan budidaya cabe, Anda dapat memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak terlalu luas untuk menanam cabe dalam pot.

Cara Menanam Cabe Dalam Pot

Cara menanam cabe dalam pot hampir sama dengan cara menanam cabe pada lahan pertanian yang luas. Tanaman cabe dapat hidup pada dataran rendah maupun dataran tinggi dengan suhu lingkungan berkisar antara 24-27 derajat Celcius. Jenis cabe yang cocok ditanam di emdia pot yaitu jenis cabe keriting dan cabe rawit. Karena kedua jenis cabe tersebut memiliki daya tahan lebih baik terhadap iklim tropis, yang merupakan iklim negara Indonesia.

  1. Pembenihan

Pemilihan Benih

Pilih benih dari kualitas tanaman induk yang unggul dan tidak berpenyakit. Karena benih sangat menentukan kualitas tanaman dan hasil buah cabe. Jika Anda ingin menggunakan benih cabe rawit atau benih cabe keriting dengan kualitas bagus, PT. Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan produk Benih Cabe Rawit Genie dan Benih Cabe Keriting Kawat yang merupakan benih cabe unggul jenis hibdrida.

Biji benih kemudian di rendam dengan larutan POC NASA dosis 0,5-1 tutup botol/liter air hangat (sehangat kuku), benih di rendam semalaman. Benih yang terapung saat direndam sebaiknya dibuang, karena hal tersebut menandakan benih tidak berkualitas bagus.

Penyemaian

Benih cabe tidak dapat dilangsung ditanam dalam pot, melainkan harus disemaikan terlebih dahulu. Selain untuk mempercepat pertumbuhan dalam pot nantinya, perose spenyemaian juga bertujuan untuk menyeleksi bibit cabe dari penyakit. Langkah-langkah penyemaian benih cabe :

  • Menyiapkan baki atau petakan tanah sesuai kebutuhan
  • Campurkan tanah dengan kompos, komposisi 1:1. Dan aduk hingga tercampur rata
  • Haluskan butiran tanah hingga gembur agar perakaran cabe lebih mudah menembus tanah
  • Letakkan media tanah tersebut pada baki atau petakan tanah. Petakan dibuat dengan lebar 5-10 cm, buat larikan diatasnya dengan jarak 10 cm.
  • Masukkan benih cabe ke dalam larikan dengan jarak 7,5 cm
  • Tutup tipis benih tersebut dengan tanah dan campuran kompos
  • Tutup tempat penyemaian dengan karung goni basah, diamkan selama 2 hari. Selama proses penyemaian, usahakan karung goni selalu basah. Jika kering siram dengan air
  • Proses penyemaian ini berlangsung selama 20-30 hari. Setelah bibi tmemiliki 3-4 helai daun
  1. Penyiapan Media Tanam

Media tanam yang digunakan yaitu pot, polybag atau wadah bekas yang tidak terpakai dengan diameter minimal 30 cm. Lubangi bagian bawah pot untuk drainase air. campurkan tanah, pupuk kandang, sekam padi dan arang dengan perbandingan 1:1:1. Ayak semua bahan untuk mendapatkan media tanam yang halus, dan campur hingga rata. Tambahkan pupuk NPK sekitar 3 sendok untuk setiap pot. Setelah semuanya telah siap, letakkan pot di tempat yang tidak tergenang air.

  1. Penanaman

Setelah 20-30 hari benih cabe disemai dan telah tumbuh 4-5 helai daun, bibit telah dapat dipindahktanamkan ke pot yang lebih besar. Lubangi media tanam sedalam 5-7 cm. Pindahkan bibit cabe secara hati-hati beserta bola tanahnya. Usahakan agar akar tanaman tidak rusak. Pindahkan bibit cabe beserta bola tanahnya ke dalam pot. Lakukan pemindahan ini pada pagi atau sore hari saat sinar matahari tidak terlalu terik.

  1. Perawatan

Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan 3 hari sekali jika suhu dalam keadaan normal. Pada suhu yang tinggi atau panas, penyiraman dapat dilakukan satu kali sehari untuk menjaga kesegarannya.

Pemupukan

Semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah.

Pengajiran

Pengajiran yaitu memberikan penyangga pada tanaman sebagai penopang agar tanaman cabe tidak mudah roboh ketika berbuah lebat.

Pemangaksan

Yaitu menghilangkan tunas muda pada tanaman. Pemangkasan dilakukan 3 hari sekali setelah usia tanaman cabe 20 hari setelah proses penanaman. Pemangaksan bertujuan untuk menjaga agar tanaman tetap kuat dan dapat tumbuh tegak.

  1. Panen Cabe

Cabe dapat dipanen setelah 2 bulan penanaman. Cabe yang telah siap panen yaitu buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya.

Untuk menunjang budidaya cabe rawit dalam polybag, Anda bisa menggunakan produk pupuk organik NASA dari PT. Natural Nusantara, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition. Untuk pengendali hama tanaman cabai rawit, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami. Dan untuk pengendalian hama jamur fusarium penyebab layu, Anda bisa gunakan GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, BVR atau Pentana.

Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabai rawit. Anda bisa mencobanya. Silahkan order dengan menghubungi nomer telepon di bawah ini. Atau Anda juga bisa langsung berkunjung ke alamat berikut untuk mendapatkan produknya secara langsung.

Cara Menanam Lombok (Cabai)

Cara Menanam Lombok (Cabai)

Cara Menanam Lombok – Lombok atau cabai bukanlah dalam artian pulau lombok yang merupakan pulau terindah di Indonesia. Namun lombok yang dimaksud yang akan ditanam yang tak lain dan tak bukan adalah cabe. Yang menjadi bahan makanan favorit kebanyakan masyarakat Indonesia. Lombok (cabe) diolah menjadi bermacam-macam jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal ijo, sambal mangga, dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Banyak masyarakat Indonesia yang merasa tak lengkap rasanya jika makan tanpa sambal. Hal inilah yang menyebabkan permintaan akan lombok (cabe) semakin hari semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan terhadap permintaan lombok (cabe), perluasan budidaya cabe sangat disarankan. Saat ini perorangan pun disarankan untuk membudidayakan sendiri lombok (cabe) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Cara Menanam Lombok

Selain karena nilai manfaat dan kebutuhannya yang tinggi, lombok (cabe) juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Sehingga budidaya lombok (cabe) pun dapat dijadikan peluang usaha untuk menambah penghasilan. Setiap upaya pembudidayaan tentu memiliki tekniknya sendiri-sendiri. Begitu pula dengan pembudidayaan lombok (cabe), ada cara menanam lombok (cabe) yang harus diperhatikan. Berikut ini merupakan langkah demi langkah menanam lombok (cabe) yang tepat dan sesuai dengan standar yang benar.

  1. Pemilihan Bibit

Sebelumnya tentukan terlebih dahulu, bibit lombok (cabe) yang akan ditanam. Lombok (cabe) yang telah banyak ditanam di Indonesia yaitu cabe merah, cabe rawit, dan cabe keriting. Pilihlah lombok (cabe) induk yang segar dan sehat dan terbebas dari serangan hama serta penyakit tanaman. Setelah memilih induk bibit yang terbaik, ambillah bagian bijinya. Keringkan biji tersebut dengan sinar matahari langsung. Setelah selesai, bibit dapat diproses menjadi semaian lombok (cabe) di tahap berikutnya.

Jika Anda ingin menggunakan benih cabe rawit dengan kualitas bagus, PT. Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan produk Benih Cabe Rawit Genie yang merupakan benih cabe rawit unggul jenis hibdrida yang tentu saja memiliki banyak keunggulan-keunggulan dibandingkan jenis cabe rawit varietas lokal.

Biji benih kemudian di rendam dengan larutan POC NASA dosis 0,5-1 tutup botol/liter air hangat (sehangat kuku), benih di rendam semalaman. Benih yang terapung saat direndam sebaiknya dibuang, karena hal tersebut menandakan benih tidak berkualitas bagus.

  1. Proses Pembuatan Semaian Bibit Lombok (Cabe)

Semaian bibit disarankan untuk menggunakan polybag atau contong daun pisang. Berikut ini merupakan langkah-langkah pembuatan persemaian :

  • Persemaian menghadap ke arah timur dengan naungan atap plastik, untuk menghindari terik matahari dan air hujan.
  • Media tumbuh biji dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum digunakan sebaiknya dicampur dengan Natural GLIO sebanyak 100 gram untuk 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Lalu media tersebut dimasukkan ke dalam polibag ukuran 4 x 6.
  • Biji cabe diletakkan satu per satu ke tiap polibag, diletakkan tepat di tengah-tengah polibag lalu ditutup dengan lapisan tanah tipis dan pupuk kandang matang yang telah disaring
  • Lakukan penyiraman sehari 1 kali antara pukul 06:00-08:00 pagi hari, atau pukul 16:00-17:30 sore hari untuk perawatan media semai.
  • Lakukan pemupukan seminggu sekali menggunakan SP36 : KCL : POP SUPERNASA (50 : 50 : 20gr) ke dalam 10-12 liter air dikocorkan pada media semai sampai minggu ke 3.
  1. Persiapan Lahan Lombok (Cabe)

Lahan harus dipersiapkan sebelumnya dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar dan penggemburan tanah. Pembersihan gulma dan penggemburan tanah bertujuan agar nantinya pertumbuhan tanaman lombok (cabe) tidak terganggu. Tebarkan pupuk kandang 0,5-1 ton untuk 1000 m2 lahan. lahan kemudian diluku dan digaru agar pupuk kandang tercampur rata. Lalu diamkan selama 1 minggu. Selanjutnya lahan diberi dolomit 0,25 ton untuk 1000 m2 lahan. dolomit berfungsi untuk menambah tingkat keasaman tanah.

Langkah selanjutnya yaitu membuat bedengan dan parit. Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan parit dibuat dengan lebar 80 cm, jarak antar bedengan yaitu 80 cm. Siramkan SUPERNASA dengan dosis 1 sdm makan, yang dicampur dengan 10 liter air, untuk menyiram bedengan kurang lebih sepanjang 5-10 meter.

Campurkan pupuk kandang 50-100 dengan Natural Glio 100-200 gr dan biarkan selama 1 minggu, lalu tebarkan ke bedengan. Tutup bedengan dengan mulsa plastik yang dilubangi dengan jarak tanam 60 x 70 cm dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu.

  1. Proses Penanaman Lombok (Cabe)

  • Pilih bibit yang pertumbuhannya seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (saat umur 21-30 hari)
  • Penanaman sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari, bila sedang panas terik lebih baik ditunda
  • Lepas plastik polibag dengan hati-hati, jangan sampai merusak perakaran
  • Kemudian masukkan bibit cabe beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Usahakan agar media semai jangan sampai terpecah
  • Setelah proses penanaman lombok (cabe) selesai, bibit lombok (cabe) disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki.
  1. Pemberian pupuk

Cara pemberian pupuk yang tepat agar tanaman lombok (cabe) tumbuh dengan baik, subur, terhindar dari serangan hama dan panyekit serta menghasilkan buah yang lebat dengan kualitas baik, Anda dapat mengetahuinya dari sini.

Untuk menunjang keberhasilan menanam lombok, Anda dapat menggunakan produk pupuk organik NASA dari PT. Natural Nusantara, seperti POC Nasa, Hormonik, Supernasa dan Power Nutrition. Untuk pengendali hama tanaman lombok, NASA juga menyediakan beberapa jenis produk pestisida alami. Dan untuk pengendalian hama jamur fusarium penyebab layu pada tanaman lombok, Anda bisa gunakan GLIO. Untuk pengendalian hama kutu-kutuan, Anda juga bisa menggunakan Pestona, BVR atau Pentana.

Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas tanaman lombok. Dapatkan Paket Produk NASA untuk tanaman lombok hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).

Budidaya Cabe Rawit Teknologi NASA

Budidaya Cabe Rawit Teknologi NASA

Budidaya Cabe Rawit – Cabe rawit dalam bahasa latinnya Capsicum frutescens adalah tanaman yang berasal dari benua Amerika. Tanaman cabe rawit mudah ditanam di dataran rendah maupun tinggi. Cabe rawit memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C serta tinggi kandungan minyak Atsiri. Kandungan minyak Atsiri-lah yang menimbulkan rasa pedas pada cabe. Berdasarkan pengalaman para petani, tanaman cabe rawit tahan hingga beberapa tahun.

Budidaya cabe rawit memiliki prospek bisnis yang bagus karena kebanyakan masyarakat Indonesia merupakan penggemar cabe. Kebanyakan masyarakat Indonesia merasa tak lengkap rasanya jika makan tanpa ada rasa pedas cabe. Oleh karena itu permintaan terhadap cabe rawit dipastikan akan terus meningkat. Selain itu, harga cabe rawit yang relatif tinggi juga menjadikan budidaya cabe sangat menguntungkan.

Namun tanaman cabe yang rentan terhadap serangan penyakit, terutama penyakit keriting daun menjadikan para petani enggan untuk budidaya cabe terutama dalam skala besar. Bagaimana mengatasi hal itu? Sebenarnya tanaman cabe rawit memiliki resiko lebih rendah dibanding tanaman cabe merah atau cabe besar. Tanaman cabe rawit lebih tahan terhadap serangan hama, meskipun hama tanaman cabe merah bisa saja menyerang tanaman cabe rawit. Melalui artikel Budidaya Cabe Rawit  Teknologi NASA ini, Anda akan dipandu bagaimana cara menanam cabe rawit yang benar. Sehingga tanaman cabe Anda akan tumbuh subur, tahan penyakit dan berbuah lebat.

Pra Budidaya Cabe Rawit

Penentuan lokasi budidaya merupakan tahapan awal yang perlu dieprhatikan. Karena tanaman cabe rawit akan tumbuh dengan baik jika syarat dan kebutuhan tanaman untuk hidup tercukup dengan baik. dalam hal ini budidaya cabe rawit sangat bergantung dengan kondisi lingkungan budidaya. Berikut ini beberapa syarat lokasi budidaya cabe rawit yang ideal :

  • Tanaman cabe rawit akan tumbuh baik di dataran rendah dan dataran tinggi, yaitu sekitar 300-2000 mdpl
  • Suhu lingkungan ideal untuk tanaman cabe rawit yaitu 24-27 derajat Celcius,d engan kelembaban 60%
  • Budidaya cabe rawit dapat dilakukan di sawah bekas menanam padi atau tegalan, dengan kondisi tanah gembur, mengandung unsur hara yang cukup, dan memiliki persedaian air yang cukup
  • Tanaman cabe rawit membutuhkan sinar matahari penuh sepanjang hari, tanpa terhalangi oleh pohon yang lebih tinggi
  • pH tanah yang dihekendaki tanaman cabe rawit yaitu netral, berkisar antara 5 hingga 7.

Pemilihan Benih Cabe Rawit

Pilihlah benih dari kualitas tanaman induk yang unggul dan tidak berpenyakit. Karena benih yang berkualitas baik atau unggul akan mengahsilkan tanaman yang subur, tahan terhadap penyakit sehingga dapat menghasilkan buah cabe rawit yang lebat dan dengan kualitas yang baik pula. Cara yang lebih praktis, saat ini telah tersedia benih unggul di toko pertanian,

Jika Anda ingin menggunakan benih cabe rawit dengan kualitas bagus, PT. Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan produk Benih Cabe Rawit Genie yang merupakan benih cabe rawit unggul jenis hibdrida yang tentu saja memiliki banyak keunggulan-keunggulan dibandingkan jenis cabe rawit varietas lokal.

Biji benih kemudian di rendam dengan larutan POC NASA dosis 0,5-1 tutup botol/liter air hangat (sehangat kuku), benih di rendam semalaman. Benih yang terapung saat direndam sebaiknya dibuang, karena hal tersebut menandakan benih tidak berkualitas bagus.

Fase Penyemaian Benih Cabe Rawit

  • Persemaian menghadap ke arah timur dengan naungan atap plastik, untuk menghindari terik matahari dan air hujan.
  • Media tumbuh biji dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum digunakan sebaiknya dicampur dengan Natural GLIO sebanyak 100 gram untuk 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Lalu media tersebut dimasukkan ke dalam polibag ukuran 4 x 6.
  • Biji cabe diletakkan satu per satu ke tiap polibag, diletakkan tepat di tengah-tengah polibag lalu ditutup dengan lapisan tanah tipis dan pupuk kandang matang yang telah disaring
  • Lakukan penyiraman sehari 1 kali antara pukul 06:00-08:00 pagi hari, atau pukul 16:00-17:30 sore hari untuk perawatan media semai.
  • Lakukan pemupukan seminggu sekali menggunakan SP36 : KCL : POP SUPERNASA (50 : 50 : 20gr) ke dalam 10-12 liter air dikocorkan pada media semai sampai minggu ke 3.

Pengolahan Tanah dan Penanaman Bibit Cabe Rawit

Pengolahan tanah dilakukan bersamaan dengan saat persemaian cabe rawit, agar tidak memakan waktu lama. Sebelum dilakukan penanaman, tanah harus dibersihkan dari tanaman dan bebatuan yang dapat mengganggu tanaman cabe rawit nantinya. Tebarkan pupuk kandang 0,5-1 ton untuk 1000 m2 lahan. lahan kemudian diluku dan digaru agar pupuk kandang tercampur rata. Lalu diamkan selama 1 minggu. Selanjutnya lahan diberi dolomit 0,25 ton untuk 1000 m2 lahan. dolomit berfungsi untuk menambah tingkat keasaman tanah.

Langkah selanjutnya yaitu membuat bedengan dan parit. Bedengan dibuat dengan lebar 100 cm dan parit dibuat dengan lebar 80 cm, jarak antar bedengan yaitu 80 cm. Siramkan SUPERNASA dengan dosis 1 sdm makan, yang dicampur dengan 10 liter air, untuk menyiram bedengan kurang lebih sepanjang 5-10 meter.

Campurkan pupuk kandang 50-100 dengan Natural Glio 100-200 gr dan biarkan selama 1 minggu, lalu tebarkan ke bedengan. Tutup bedengan dengan mulsa plastik yang dilubangi dengan jarak tanam 60 x 70 cm dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu.

Setelah berumur 21-30 hss (hari setelah semai), lakukan pengontrolan terhadap benih cabe yang sedang disemai. Pada usia 21-30 hari, bibit yang tumbuh normal sudah memiliki 5-6 helai daun. Pilih bibit yang pertumbuhannya seragam, sehat, mulus, tidak terdapat cacat dan penyakit untuk dipindah tanamkan ke lahan penanaman.

Waktu yang paling baik untuk proses penanaman ini yaitu pada pagi atau sore hari aat matahari tidak bersinar terik. Lepaskan plastik polybag semia dengan hati-hati dan jangan sampai merusak perakaran bibit. Masukkan bibit cabe beserta bola tanahnya ke lubang tanam. Usahakan bola tanah jangan sampai terpecah. Setelah selesai tanam, segera lakukan penyemprotan dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki.

Cara Pemupukan Tanaman Cabe Rawit

  • Pemupukan 1 (Usia 1 minggu-4 minggu), dosis untuk 10.000 pohon

Buat larutan induk dari 1 botol Supernasa (250gr) + 25 Kg NPK + 200 lt Air (1 drum), aplikasikan dengan cara :

1 liter Larutan Induk + 10 lt Air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml (1 gelas Agua), ini cukup untuk 50 pohon

Dosis pemupukan diberikan usia 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu

Penyemprotan 1

Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 4 tutup POC Nasa + 2 tutup Pestona + ½ tutup Aero-810, semprot pagi hari sebelum pukul 09.00 pagi

Dosis ini diberikan usia 1 minggu sampai usia 4 minggu.

  • Pemupukan 2 (Usia 5 minggu-8 minggu), dosis untuk 5.000 pohon

Buat larutan induk dari 1 botol Power Nutrition (250gr) + 50 Kg NPK + 200 lt Air, aplikasikan dengan cara :

2 liter larutan Induk + 10 lt Air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml (1 gelas Agua), Larutan ini cukup untuk 50 pohon, berikan seminggu sekali.

Penyemprotan 2

Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 6 tutup POC Nasa + 1 tutup Hormonik + 4 tutup Pestona + ½ tutup Aero + 15 lt Air (1 tangki)

  • Pemupukan 3 (Usia 9 minggu-20 minggu), dosis untuk 5.000 pohon

Buat larutan induk dari 1 botol Supernasa (250gr) + 1 botol Power Nutrition (250gr) + 75 Kg NPK + 200 liter Air diberikan seminggu sekali, aplikasikan dengan cara :

2 liter Larutan induk + 10 liter air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml (1 gelas Aqua), larutan ini cukup untuk 50 pohon

Penyemprotan 3

Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 8 tutup Poc Nasa + 1 tutup Hormonik + 6 tutup Pestona + ½ tutup Aero-810 + 15 liter Air ( 1 tangki )

Catatan :

Pemberian Gliocladium diberikan diminggu ke 4, 8, 12 dan 16, caranya campur dengan pupuk Induk.

Tujuan pemberian Gliocladium untuk mencegah cerangan Jamur ( fusarium dan antraknose ) serta layu bakteri

Dosis Pupuk Makro ( Kimia ) Sesuai Rekomendasi Setempat / kebiasaan Petani

Penggunakan produk NASA terbukti efektif membantu meningkatkan produktivitas hasil panen tanaman cabe rawit. Dengan pemupukan dan pengendalian hama seperti tahapan di atas diharapkan tanaman cabe rawit dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang luar biasa tampa mengenal musim tetap berbuah terus sehingga disaat harga cabai tinggi kita bisa untung banyak dan disaat harga cabai rendah kita juga tidak rugi.

Panduan Budidaya Cabe Rawit Dalam Polybag

Panduan Budidaya Cabe Rawit Dalam Polybag

Budidaya Cabe Rawit Dalam Polybag – Cabe rawit merupakan salah satu jenis tanaman yang saat ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan. Harga cabe rawit di pasaran selalu berubah-ubah, naik dan turun. Apalagi pada waktu-waktu tertentu, mendekati hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe rawit langsung melonjak.

Oleh karena itu, banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya cabe rawit, baik untuk dijual atau sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri. Untuk melakukan budidaya cabe rawit tentu diperlukan sebuah lahan yang cukup luas. Namun sayang, saat ini di daerah perkotaan tidak banyak tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan. Tetapi kondisi ini bisa disiasati dengan cara melakukan budidaya cabe rawit di dalam polybag atau pot.

Menanam cabe rawit di dalam polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabe rawit di polybag bukan termasuk hal yang ribet akan tetapi hanya diperlukan sedikit ketekunan dan kemauan. Sinar matahari yang cukup dan nutrisi sumber unsur hara yang baik sebenarnya cukup sudah untuk membudidayakan tanaman cabe rawit. Menanam cabe rawit dapat dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum, tanaman cabe rawit akan tumbuh baik jika ditanam pada daerah dengan ketinggian 0-1500 mdpl. Suhu lingkungan yang ideal untuk menanam cabe yaitu antara 24-27ºC. Tanaman cabe rawit masih bisa tahan terhadap suhu lebih panas dari suhu ideal namun hanya varietas tertentu saja.

Langkah Budidaya Cabe Di Polybag

Pemilihan Benih Cabe Rawit

Untuk mendapatkan hasil panen cabe rawit berkualitas tentu perlu untuk memilih benih terbaik. Di pasaran tersedia banyak sekali jenis cabe rawit, mulai varietas hibrida hingga varietas lokal. Cara budidayanya relatif sama.

Jenis cabe rawit hibrida banyak di-import dari Thailand dan Taiwan, sedangkan untuk jenis cabe lokal banyak ditanam di Kudus, Rembang hingga Tanah Karo, Sumatra Utara. Sekarang ini sudah terdapat benih cabe rawit varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benih cabe varietas lokal hasil seleksi telah banyak dijual dalam kemasan kaleng. Jika Anda ingin menggunakan benih cabe rawit dengan kualitas bagus, PT. Natural Nusantara (NASA) mengeluarkan produk Benih Cabe Rawit Genie yang merupakan benih cabe rawit unggul jenis hibdrida yang tentu saja memiliki banyak keunggulan-keunggulan dibandingkan jenis cabe rawit varietas lokal.

Penyemaian Benih Cabe Rawit

Benih cabe rawit tidak dapat langsung ditanam ke polybag, melainkan harus disemaikan dahulu. Tempat untuk menyemai benih dapat berupa polybag bibit ukuran 8×9 cm, baki atau tray, contong daun pisang atau berupa petakan tanah. Dan cara yang paling ekonomis yaitu dengan menggunakan petakan tanah untuk media persemaian.

Cara membuat media persemaian dengan petakan tanah :

Buat petakan tanah diatas baki atau lahan yang kosong dengan ukuran sesuai yang dibutuhkan, campurkan tanah dengan kompos lalu aduk hingga tercampur rata. Usahakan butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembus dengan mudah. Ketebalan petakan tanah tersebut dibuat sekitar 5-10 cm, diatasnya dibuat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabe rawit ke dalam larikan dengan jarak 7,5 cm dan ditutup dengan tanah tipis agar benih cabe rawit tidak terlihat. Lalu siram dengan air untuk membasahi petakan tanah, jangan terlalu banyak sampai tergenang, cukup untuk membasahi petakan saja. Setelah itu tutup dengan karung goni basah dan diamkan selama 3-4 hari, selama 3-4 hari pertahankan agar karung goni selalu dalam keadaan basah.

Sebelum benih cabe rawit disemai, terlebih dulu benih cabe rawit direndam ke dalam larutan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup POC NASA dan 1 liter air hangat dan diperam selama semalam. Gunakan benih yang tenggelam saat direndam, benih yang mengambang atau mengapung sebaiknya dibuang.

Pada hari ke-4 bibit akan mulai muncul dari permukaan tanah, kemudian karung goni dibuka. Setelah karung goni dibuka, petakan dibuka dan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe dari panas terik matahari dan guyuran air hujan. Bibit cabe rawit siap dipindah tanamkan ke polybag atau pot besar setelah umur 3-4 minggu atau ditandai dengan bibit yang telah memiliki 3-4 helai daun.

Penyiapan Media Tanam

Gunakan polybag berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat untuk menopang pertumbuhan tanaman cabe rawit yang rimbun. Bisa juga gunakan pot plastik, pot semen, pot tanah, atau pot keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai, pada dasar wadah diberi lubang untuk saluran drainase.

Media tanam yang digunakan untuk menanam cabe rawit di polybag yaitu berasal dari campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya.

Komposisi media tanam :

  1. Alternatif 1 : campurkan tanah dengan kompos, dengan perbandingan 2:1
  2. Alternatif 2 : campurkan tanah, pupuk kandang, dan arang sekam, dengan perbandingan 1:1:1
  3. Dan alternatif 3 : campurkan tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Pilih pupuk yang telah matang
  4. Usahakan agar media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya
  5. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag atau pot
  6. Aduk hingga campuran tersebut rata
  7. Lapisi bagian dasar polybag atau pot dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Pemindahan Bibit

Setelah bibit cabe rawit siap tanam dan media tanam juga telah siap, pindahkan bibit cabe rawit dari tempat persemaian ke polybag atau pot. Sebaiknya pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari atau sore hari, saat matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada bibit cabe rawit.

Cara pemindahan bibit cabe rawit ke polybag atau pot :

  1. Pemindahan bibit dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai merusak perakaran tanaman
  2. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm
  3. Pindahkan seluruh tanah yang menempel pada akar bibit ke dalam lubang tanam pada polybag besar. Usahakan agar media semai jangan sampai terpecah
  4. Setelah selesai tanam, sebaiknya langsung disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki

Setelah selesai penanaman, tanaman cabe rawit di polybag atau pot dipelihara dan dirawat dengan baik. penyiraman dilakukan secukupnya yaitu dua kali sehari setiap pagi atau sore hari jika kondisi sinar matahari sedang terik atau dapat menyesuaikan kondisi cuaca. Pemetikan anakan daun yang tumbuh di ketiak daun paling bawah perlu dilakukan agar tanaman tidak tumbuh ke samping. Batang bambu (ajir) juga perlu dipasang ketika tanaman cabe rawit sudah mencapai tinggi 20 cm. Beri pupuk organik (POC NASA, Supernasa, lihat cara pemberian pupuk di sini) setiap 2 minggu sekali selama 2 bulan. Setelah itu pemupukan hanya cukup dilakukan satu bulan sekali. Agar buah cabe rawit tumbuh lebat, tanaman diberi perlakuan Power Nutrition.

????????????????????????????????????

Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Cabe Rawit Dalam Polybag

Keuntungan :

  • Biaya lebih murah untuk pembelian polybag bertanam dibandingkan pot.
  • Mudah dalam perawatan.
  • Pengontrolan/pengawasan tiap tanaman lebih jelas. Misalnya pemeliharaan tanaman seperti serangan hama/penyakit dan kekurangan unsur hara.
  • Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap akar tanaman.
  • Dapat digunakan sebagai tanaman obat dan tanaman hias di pekarangan/teras rumah.
  • Dapat dibudidayakan kapan saja tanpa mengenal musim.
  • Tanaman cabe rawit dapat terhindar dari banjir atau tertular hama/penyakit.
  • Polybag mampu ditambahkan bahan organik/pupuk kandang sesuai takaran.
  • Komposisi media tanam mudah diatur.
  • Menghemat ruang dan tempat penanaman.
  • Produktifitas bisa lebih banyak daripada penanaman di lahan

Kekurangan :

  • Polybag mempunyai masa pemakaian 2-3 tahun atau 2-3 kali pemakaian untuk media tanam
  • Perawatan Tanaman Harus Intensif
  • Biaya Tanam Awal Mahal
  • Instalasi Air Harus ada sepanjang waktu

Hampir semua jenis tanaman hortikultura yang berumur pendek seperti cabe rawit dan cabe besar dapat ditanam didalam polybag. Bertanam cabe di polybag juga merupakan alternatif pemecahan masalah bila Anda memerlukan konsumsi buah cabe segar di rumah. Semoga Bermanfaat. Terima kasih.

Langkah-Langkah Bercocok Tanam Cabe

Langkah-Langkah Bercocok Tanam Cabe

Bercocok Tanam Cabe – Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang paling atraktif. Pada waktu-waktu tertentu harga cabe akan melonjak hingga berkali-kali lipat. Tetapi pada waktu yang lain, harganya juga dapat menurun. Harga cabe yang fluktuatif membuat usaha bercocok tanam cabe menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Bercocok tanam cabe sering dihadapkan dengan beragam permasalahan, diantaranya yaitu tanah yang kekurangan unsur hara, hingga serangan hama dan penyakit. Berikut ini merupakan langkah demi langkah yang harus dipersiapkan saat bercocok tanam cabe, khususnya jenis Capsicum annum L (cabe merah) dengan tujuan untuk meningkatkan produksi panen cabe dari segi kualitas, kuantitas dan kelestarian lingkungan (K-3) sehingga para petani cabe dapat bersaing di era perdagangan bebas. Tanaman cabe merah berasal dari benua Amerika yang memiliki iklim tropis dan subtropis, kemudian menyebar ke berbagai negara dan benua di seluruh dunia.

Fase Sebelum Bercocok Tanam Cabe

Menentukan Lokasi Bercocok Tanam

Menentukan lokasi bercocok tanam merupakan hal yang tidak kalah penting. Karena tanaman cabe akan tumbuh dengan baik, jika kebutuhan tanaman untuk hidup dapat terpenuhi. Berikut ini adalah syarat lokasi yang ideal untuk bercocok tanam cabe rawit.

  • Tanaman cabe rawit akan tumbuh dengan baik pada dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian antara 300-2000 mdpl.
  • Suhu lingkungan yang ideal untuk bercocok tanam cabe rawit yaitu antara 24-27 derajat Celcius.
  • Kelembaban tanah 80%
  • Bercocok tanam cabe rawit dapat dilakukan di tegalan maupun sawah bekas menanam padi. Asalkan kondisi tanah gembur, kaya akan unsur hara, dan terdapat persediaan air yang cukup.
  • Tanaman cabe rawit memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari, tanpa tertutup oleh pohon yang lebih tinggi.
  • pH tanah yang dikehendaki yaitu netral, berkisar antara 5-7.

Pengolahan Lahan

  • Siapkan pupuk kandang sebanyak 0,5–1 ton per 1.000 m2 lahan. Tebarkan pupuk kandang tersebut pada lahan yang akan digunakan untuk bercocok tanam sebelum fase menanam cabe rawit dimulai.
  • Kemudian lahan diluku dan digaru. Diamkan selama kurang lebih 1 minggu.
  • Langkah selanjutnya lahan diberi dolomit sebanyak 0,25 ton per 1.000 m2 lahan. Dolomit berfungsi untuk menambah keasaman tanah.
  • Kemudian dibuat bedengan dengan lebar 100 cm jarak antar bedengan 60 cm dan parit dengan lebar 80 cm.
  • Siramkan SUPERNASA atau POC NASA pada bedengan.
  • SUPERNASA 1 botol dilarutkan ke dalam 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk, kemudian setiap 50 liter air tambahkan 200 cc larutan induk.
  • Atau bisa dengan cara, setiap 10 liter air diberi 1 sdm SUPERNASA dan siramkan ke bedengan kurang lebih 5-10 meter.
  • Penggunaan POC NASA dengan cara : 10 liter diberi 2-4 tutup botol lalu siramkan ke bedengan sepanjang 5-10 meter.
  • Campurkan Natural GLIO dengan dosis 100-200 gram (1-2 bungkus) dengan 50-100 kg pupuk kandang, dan biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Lalu bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik yang dilubangi, jarak tanam 60 x 70 cm diterapkan dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.

Fase Persemaian dan Pembibitan (0-30 Hari)

Pemilihan Benih Cabe Rawit

Terdapat puluhan hingga ratusan varietas cabe rawit, mulai dari varietas lokal hingga hibrida. Setiap varietas cabe rawit memiliki ciri tumbuh masing-masing. Untuk menetukan jenis varietas mana yang akan digunakan untuk bercocok tanam, sebaiknya pilih varietas yang paling cocok dengan lokasi lahan yang ada.

Benih cabe rawit dapat diperoleh melalui dua cara, yaitu dengan membeli dari toko pertanian dan toko benih atau dengan membenihkan sendiri. Untuk benih cabe rawit varietas hibrida sebaiknya dibeli dari industri benih yang sudah terpercaya yang telah menerapkan teknologi pemuliaan modern. Sedangkan untuk benih cabe rawit varietas lokal bisa diperoleh dari sesama petani atau dengan menyeleksi sendiri dari hasil panen sebelumnya.

Benih cabe rawit yang dibutuhkan yaitu sekitar 1-1,25 sachet per 1.000 m² lahan. Biji direndam terlebih dahulu menggunakan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup per liter air hangat dan diperam semalam.

Penyemaian dan Pembibitan Benih Cabe Rawit

Metode penyemaian benih cabe rawit dianjurkan untuk menggunakan polybag (baik polybag plastik atau contong daun pisang). Karena benih cabe rawit (terutama jenis hibrida) harganya sangat mahal. Jika penyemaiannya dengan cara ditabur, dikhawatirkan akan banyak biji yang tumbuh berhimpitan sehingga tidak semua tanaman dapat dimanfaatkan.

  1. Persiapan Persemaian
  • Persemaian menghadap ke arah timur dengan diberi naungan atap plastik, untuk menghindari terik matahari dan air hujan.
  • Media tumbuh biji dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum digunakan sebaiknya dicampur dengan Natural GLIO sebanyak 100 gram untuk 25-50 kg pupuk kandang dan diamkan selama 1 minggu. Lalu media tersebut dimasukkan ke dalam polibag ukuran 4 x 6.
  1. Penyemaian
  • Benih sebelumnya direndam dengan larutan POC NASA sebanyak 2-4 cc per 1 liter air hangat selama 2 jam. Gunakan biji yang tenggelam dan jangan yang terapung.
  • Masukkan satu per satu biji cabe ke dalam polibag, kemudian tutup dengan lapisan tanah dan kompos yang telah diayak.
  • Semprot menggunakan POC NASA dengan dosis 1-2 tutup per tangki saat umut 10 dan 17 HSS (hari setelah tanam).
  • Penyiraman dilakukan satu kali sehari yaitu pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban dan awasi pertumbuhannya.

Cara Menanam Cabe Rawit

  • Pilih bibit yang pertumbuhannya seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (saat umur 21-30 hari)
  • Penanaman sebaiknya dilakukan saat pagi atau sore hari, bila sedang panas terik lebih baik ditunda
  • Lepas plastik polibag dengan hati-hati, jangan sampai merusak perakaran
  • Kemudian masukkan bibit cabe beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Usahakan agar media semai jangan sampai terpecah
  • Setelah selesai tanam, sebaiknya langsung disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki.

Pemeliharaan Tanaman Cabe Rawit (7-70 HST Hari Setelah Tanam)

Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah fase tanam selesai, tahap selanjutnya dalam bercocok tanam cabe rawit yaitu pemeliharaan dan perawatan tanamannya. Tanaman cabe rawit sangat membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya. Siram tanaman dengan air secukupnya dan jangan biarkan hingga terlihat kering. Jangan pula menyiram air terlalu banyak, karena dapat menyebabkan tanah menjadi sangat basah sehingga tanaman cabe rawit akan lebih mudah terserang penyakit jamur atau bakteri.

Saat musim hujan, sebaiknya bedengan ditutup menggunakan plastik mulsa dan berikan lubang secukupnya untuk batang tanaman, tujuannya agar air hujan tidak terlalu banyak mengguyur bedengan. Agar tajuk tanaman dapat berdiri kokoh dan tidak mudah rebah diterpa oleh air hujan dan angin, maka sangat diperlukan pemasangan ajir atau tiang bambu untuk menopang tanaman cabe rawit. Ajir segera dipasang setelah proses penanaman selesai.

Perawatan selanjutnya yaitu penyiangan. Penyiangan merupakan kegiatan membersihkan rumput yang tumbuh pada bedengan atau media tanam. Karena gulma, rumput liar, atau tanaman lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman cabe rawit jika dibiarkan akan menjadi sarang hama.

Perawatan terhadap tanaman cabe rawit yang tidak kalah penting yaitu melakukan perempelan tunas-tunas bawah. Tunas yang tumbuh pad aketiak daun sebaiknya dikurangi dengan cara dirempel. Tunas yang dirempel yaitu 4-5 tunas yang berada pada posisi paling bawah.

Pemupukan

  • Pemupukan Makro susulan (Urea,ZA dan KCL)

Usia tanaman 1-4 minggu

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 10 sendok makan

Kcl  = 10 sendok makan

Power Nutrition = 5-10 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman

Diberikan setiap 1 minggu sekali

Usia 5 minggu dan seterusnya

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 20 sendok makan

Kcl  = 20 sendok makan

Power Nutrition = 10-20 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang tanaman (400cc-600cc)

Diberikan setiap 1 minggu sekali

  • Pemupukan POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan Aero-810

Usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1-3 minggu)

Dosis yang digunakan :

Semprot POC NASA 3-5 tutup per tangki + HORMONIK 1 tutup per tangki + Aero-810 0,5 tutup per tangki

Cara aplikasi :

Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10-17 liter, dibutuhkan 20-30 tangki per 1 hektar lahan

Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Rawit

Fase Panen Bercocok Tanam Cabe Rawit

  1. Pemanenan

  • Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
  1. Cara Penen

  • Buah yang dipanen jangan yang sudah terlalu tua, tingkat kemasakannya 80-90%
  • Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran cabe dilakukan sejak di lahan
  • Simpan hasil panen di tempat yang teduh
Bibit Cabe Rawit Kualitas Unggul

Bibit Cabe Rawit Kualitas Unggul

Bibit Cabe Rawit – Cabe rawit termasuk salah satu jenis sayuran yang banyak diperlukan di masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, misalnya untuk pembuatan sambal dan untuk menambah rasa pedas pada masakan. Apalgi banyak orang Indonesia yang sangat menyukai masakan pedas dan sambal, mereka akan merasa hambar bila makan tanpa sambal. Yang disayangkan adalah cabe rawit sering mengalami perubahan harga yang sangat mencolok, kadang pada harga normal tetapi kadang harganya bisa sangat tinggi. Untuk mensiasati harga cabe rawit yang mahal, Pemerintah menghimbau masyarakat agar menanam cabe rawit di pekarangan rumah mereka.

Tanaman cabe rawit ditanam dari bijinya. Penentuan kualitas buah cabe yang dihasilkan tidak hanya ditentukan dari pemeliharaan tanaman, perawatan tanaman, dan asupan nutrisinya saja. Kualitas bibit atau benih yang digunakan saat awal menanam cabe rawit juga dapat menentukan kualitas buah cabe yang dihasilkan. Kualitas bibit atau benih dari jenis atau varietas yang unggul akan menghasilkan hasil panen yang maksimal.

Bibit cabe dapat diperoleh melalui dua cara yaitu membeli di toko pertanian atau toko bibit atau dengan membenihkan sendiri dari biji cabe. Bibit cabe hibrida sebaiknya dibeli dari industri bibit terpercaya yang telah menerapkan teknologi pemuliaan modern. Sedangkan bibit cabe lokal dapat diperoleh dari sesama petani atau menyeleksi sendiri dari hasil panen sebelumnya.

  1. Membuat Bibit Cabe Sendiri

  • Tanaman cabe rawit yang akan digunakan sebagai tanaman indukan untuk diambil buah dan bijinya sebaiknya memiliki keseragaman tumbuh dengan tanaman cabe yang lain. Keseragaman tumbuh tanaman meliputi batang, bunga, buah, dan lain-lain.
  • Lakukan penyortiran terhadap tanaman cabe rawit yang cacat, kerdil, pertumbuhannya tidak normal, terserang hama dan lain-lain. Tanaman cabe rawit yang pertumbuhannya tidak baik sebaiknya dimusnahkan sebelum tanaman berbunga agar tidak terjadi penyerbukan silang antar tanaman yang akhirnya akan membuat bibit cabe rawit menjadi jelek.
  • Buang cabe rawit yang terserang penyakit atau hama. Jika memungkinkan, musnahkan sekaligus tanamannya agar tidak mengganggu tanaman lain yang masih sehat.
  • Setelah tahap eliminasi atau penyortiran selesai, mulailah merawat cabe-cabe pilihan. Perawatan tanaman cabe rawit tersebut meliputi penyiraman, penyaingan, dan pemupukan secara rutin.
  • Setelah masuk masa panen, petik cabe rawit yang telah tumbuh sempurna. Ciri-ciri cabe rawit yang telah siap panen yaitu warnanya telah berubah menjadi merah menyala, dan usianya telah benar-benar tua atau matang.
  • Cabe rawit yang telah dipetik, disayat menjadi dua untuk mengeluarkan biji cabe rawit. Penyayatan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar biji tidak rusak sebelum dipakai.
  • Cabe-cabe yang telah disayat kemudian diambil bijinya, untuk kemudian dicuci hingga bersih hingga kotoran dan daging cabe terlepas dari biji.
  • Langkah selanjutnya yaitu dengan merendam biji-biji cabe ke dalam larutan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup POC NASA ditambahkan ke 1 liter air hangat dan diperam semalam. Tujuan perlakuan adalah agar bibit mendapat cukup nutrisi sehingga bibit akan menjadi tanaman yang subur dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Setelah proses perendaman, ambil biji yang tenggelam. Biji-biji yang terapung sebaiknya dibuang dan tidak digunakan karena ini menandakan biji tidak dalam kondisi bagus, karena biji tersebut mempunyai persentase tumbuh yang lebih rendah.
  • Langkah terakhir, jemur biji-biji cabai yang telah terpilih dengan cara diangin-anginkan. Setelah benar-benar kering, biji telah siap digunakan sebagai bibit ungul.
  1. Bibit Cabe Rawit NASA

Benih Cabe Rawit Genie termasuk salah satu produk jenis benih unggul  dari PT. Natural Nusantara (NASA). Benih Cabe Rawit Genie ini merupakan benih cabe unggulan di bidang Pertanian. Karena Benih Cabe Rawit Genie ini memiliki daya tahan yang lebih tinggi terhadap penyakit tanaman dan cepat beradapatasi dengan lingkungan.

Olehnya sebab itu, buah yang dihasilkan dari Benih Cabe Rawit Genie ini lebih sedikit presentasinya untuk gagal tumbuh dan menghasilkan hasil panen yang lebih banyak bagi para petani. Sehingga  lebih menguntungkan para petani.

Karena budidaya cabe rawit diawali dengan pemilihan benih. Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting. Jika kondisi benih tidak baik, tentu hasilnya juga tidak baik pula. Akan lebih bagus dan lebih prima hasilnya bila menggunakan benih hibrida atau Open Pollinated (OP) contohnya Benih Cabe Rawit Genie dari NASA ini. Mengapa? Karena pengalaman telah menunjukkan hasil produksi benih hibrida atau varietas Open Pollinated jauh lebih unggul diabandingkan varietas lokal. Tidak hanya dari hasil saja, keunggulan benih cabe rawit juga dapat dilihat dari vigor, keseragaman tanaman serta ketahanannya terhadap penyakit yang menunjukkan hasil yang bagus. Pertimbangan pemilihan varietas Cabe Rawit Genie ini juga dipengaruhi oleh cukup banyaknya peminat Beni Cabe Rawit Genie ini.

Cabe rawit (Capsicum frutescens) merupakan tanaman dari Benua Amerika. Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama sekitar khatulistiwa, terutama di Indonesia. Tanaman cabe biasa paling cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 meter di atas permukaaan laut. Atau hingga ketinggian 1.000 meter dia ats permukan laut. Akan tetapi, kalau Cabe Rawit Genie  ini memiliki kelebihan diantaranya dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Lebih tahan dari gangguan hama dan penyakit. Serta dapat dipanen pada umur 80-90 hari setelah tanam atau jangka waktu sampai panennya bisa dibilang cukup singkat.

Ciri Cabe Rawit Genie

Benih Cabe Rawit Genie adalah tipe F1 Super dan termasuk dalam jenis Annum. Jenis annum termasuk kelompok cabe dengan ukuran yang besar. Benih Cabe Rawit Genie menghasilkan buah yang sangat lebat, dengan rasa sangat pedas dan berwarna hijau terang. Dan jika sudah waktunya masak, Benih Cabe Rawit Genie memiliki warna merah mengkilap dan mulus. Benih ini juga memiliki sifat tanaman vigor, yaitu mempunyai banyak cabang kesamping yang produktif menghasilkan buah cabe.

Keunggulan Benih Cabe Rawit Genie

  • Merupakan salah satu benih unggul
  • Berbuah tegak dan berbuah kecil
  • Memiliki buah lebat
  • Memiliki banyak cabang ke samping yang produktif
  • Rasa sangat pedas berwarna hijau terang
  • Warna pada saat masak merah mengkilap dan mulus
  • Tahan penyakit layu
  • Merupakan salah satu benih unggulan jenis OP (Open Pollinated)

Belilah Bibit Cabe Rawit Genie hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara untuk hasil panen yang lebih berkualitas.

Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Merah

Tanaman Cabe Merah – Mananam cabe merupakan salah satu kegiatan yang membutuhkan pengetahuan dan teknik supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Tanaman cabe yang mudah terserang hama dan penyakit mengharuskan pa apetani untuk terus belajar. Pengamatan dan pencegahan hama dan penyakit harus selalu dilakukan, karena jika terlambat serangan hama dan penyakit menjadi lebih sulit dikendalikan. Penanganan penyakit tanaman cabe sejak awal tanam merupakan cara yang paling tepat untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit pada tanaman cabe. Sejak fase persemaian, persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen, para petani harus benar-benar serius mempelajari segala aspek tentang tanaman cabe.

Cabe merah (chili) merupakan tumbuhan dan buah anggota dari genus capsicum. Tanaman cabe merah sangat populer dan terkenal di kawasan Asia Tenggara. Tanaman ini tergolong sayuran yang banyak sekali di budidayakan di Indonesiakarena cabe memiliki nilai ekonomis yang tinggi. cabe merah juga sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, salah satunya yaitu dapat mengendalikan penyakit kanker.

Klasifikasi Tanaman Cabe Merah

  • Kingdom / kerajaan : Plantae ( Plant )
  • Sub kingdom / kerajaan : Tracheabionta ( Vascular Plants )
  • Super division / super divisi : Spermatophyta ( Seed Plant )
  • Division /divisi : Magnoliophyta ( Flowering Plant )
  • Classing / kelas : Magnolipsida ( Dycotyledons)
  • Sub classis / sub kelas : Asteredae
  • Ordo / bangsa: Solanales
  • Famili /suku : Solanaceae ( Potato family )
  • Genus / marga : Capsicum L. ( pepper )
  • Species / jenis spesies: Capsicum annuum L
  • Binominal Name / Nama latin : Capsicum annuum L
  • Common Name / Nama umum : Cayenne Pepper ( Chili Pepper )

Morfologi Tanaman Cabe Merah

  1. Daun

Daun pada tanaman cabe merah bervariasi. Menurut spesies dan varietasnya, ada daun yang memiliki bentuk oval lonjong, bahkan ada yang berbentuk lanset. Daun permukaan bagian atas berwarna hijau muda, hijau, hijau tua bahkan kebiruan. Sedangkan permukaan daun bagian bawah berwarna hijau muda, hijau pucat dan hijau tua. Daun berukuran sekitar 3-11 cm danb lebar 1-5 cm.

  1. Batang

Batang tanaman cabe akan tumbuh hingga ketentuan tertentu, lalu membentuk banyak cabang. Tanaman cabe merah memiliki batang yang tumbuh hingga ketinggian 1-2 m atau lebih. Batangnya berwarna hijau tua, hijau muda dan jika batangnya berwarna coklat artinya batang tanaman cabe merah telah mengalami kerusakan pada jaringan parenkim.

  1. Akar

Tanaman cabe merah memiliki akar serabut. Terdapat bintil-bintil pada akar hasil dari simbiosis dari beberapa mikrrorganisme. Tanaman cabe merah tidak memiliki akar tunggang, tetapi memiliki akar tunggang semu.

  1. Bunga

Tanaman cabe merah memiliki bunga yang bervariasi, tapi memiliki bentuk yang sama yaitu seperti bentuk bintang. Bunga tumbuh di dekat bagian daun, dalam keadaan tunggal atau berkelompok dalam satu tandannya. Dalam satu kelompok terdapat 2-3 bunga, sedangkan mahkota bunganya bermacam-macam warna yaitu putih, putih kehijauan, dan keungguan. Tanaman cabe merah memiliki bunga  berdiameter antara 5 – 20 mm.

  1. Buah dan Biji

Buah cabe merupakan bagian yang paling penting, memiliki warna yang sangat mencolok yaitu bewarna merah, bewarna hijau muda dan hijau mudah. Sedangkan biji di lakukan pada saat cabe sudah tua dan di lakukan pemetikan lalu di keringkan dan di lakukan persemaian.

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Cabe Merah

  1. Penyakit Tanaman Cabe Merah

  • Busuk Buah Antraknosa ( PATEK )

Penyakit ini karena kondisi iklim yang mendukung perkembangan jamur untuk mengatasinya dengan GLIO ditanah dan kocor bersama 1 sendok makan dolomit / pokok dan kurangi bahan kimia sebaiknya sebelum tanam ccampurkan GLIO dengan pupuk kandang 25 kgdan diperam 1 minggu sebelum ditebarkan ke lahan atau dicampurkan dengan SUPERNASA.

  • Daun Keriting atau Mosaik

Daun keriting disebabkan karena cuaca ekstrim dan juga karena kutu kutuan yang menghisap cairan daun daun pada pucuk yang berpotensi membawa virus, kendalikan dengan menyemprotkan PENTANA 4-5  tutup pertangki 2 kali atau gunakan BVR seminggu + sepertiga AERO/ tangki

  • Penyakit Layu

Penyakit ini sangat sulit dikendalikan jika sudah menyerang yang disebabkan oleh cendawaqn dan bakteri, penyakit layu ini ada dua macam layu fusarium dan layu bakteri. tanaman yang sudah terserang segera dimusnahkan dan dikendalikan dengan GLIO, siramkan GLIO dipokok pohon dan pencegahannya dengan menyebarkan campuran GLIO dan pupuk kandang.

  • Bercak Daun

Penyakit ini disebabkan oleh iklim dan biasanya menyerang pada saat musim hujan yang ditandain denganbercak bercak bundar berwarna abu abu dengan pinggiran coklat dan akan mengguning dan akhirnya berguguran. kendalikan dengan menggunakan GLIO

  • Virus Kuning atau Bule ( Bulai )

Penyakit ini sesaui namanya daun dan batang tanaman akan berwana kuning yang disebakan oleh virus gemini kendalikan menyemprotkan PESTONA atau BVR

  • Busuk Batang, Akar dan Buah

Penyakit ini disebakan cendawan dan virus karena drainase kurang baik, penggunaan N urea terlalu banyak, pupuk kandang yang kurang matang, jumlah nematoda terlalu banyak dan sebelumnya lahan di tanamani cabe atau mentimun. Pengendaliannya dengan mengurangi penyebabnya dan penggunaan GLIO saat pengolahan lahan.

Sebagai langkah pencegahan sebaiknya lakukan hal berikut ini :

Saat pengolahan campurkan 25 pupuk kandang dengan 1 kotak GLIO atau 1 kotak GLIO dengan SUPERNASA  250 gr dan air 200 liter

Penyemprotan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR yang di beri 1/2 tutup AERO pertangki setiap 5 -7 hari sekali

  1. Hama Tanaman Cabe

  • Hama Ulat

Ulat ini akan bersembunyi di siang hari dan menghindari sinar matahari, ulat ini akan muncul pada pagi hari sampai jam 07.00 dan akan muncul lagi jam 16.00 dan bersembunyi di mulsa maupun ketiak daun cabe. Pengendaliannya dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA dan1/2 tutup AERO pada jam 06.00-07.00 dan jam 16.00-18.00

  • Hama Kutu daun

Kutu daun yang sering menghisap daun cabe adalah jenis Aphids dan myzus persicae mereka akan menghisap cairan  daun sehingga daun jadi kering dan kriting  Pengendaliannya dengan menyemprotkan 5 tutup PESTONA atau 30 gr BVR atau  25-45 cc PENTANA dan 1/2 Aero pertangki seminggu sekali seminggu setelah tanam pada pagi atau sore hari

  • Hama Thrips

Ciri tanaman cabe yang terserang trips pada daun akan terlihat warna perak hingga kecoklatan yang akhirnya akan menguning dan pertumbuhanya akan kerdil, biasanya akan menyerang di musim kemarau untuk mencegahnya semprotkan 25-45cc  PENTANA +  5-10 cc Aero

  • Hama Tungau

Serangan hama ini akan mengakibatkan daun keriting dan  melinting ke bawah seperti sendok terbalik pertumbuhan pucuk daun jadi terhambat dan lambat laun daun berwarna coklat menguning dan mati. Pengendaliannya supaya disemprotkan 25-45 cc PENTANA + 5-10cc Aero  seminggu sekali

  • Hama Lalat Buah

Hama adalah lalat yangberaktifitas pada siang hari yang akan menyerang buah sehingga mengakibatkan gagal panen, untuk itu jika ada tanaman yang sudah terserang sebaiknya dicabut dan buah yang sudah terserang bisa di musnahkan. Pengendalian dengan menggunakan METILAT LEM.

Dapatkan Produk Pertanian dari PT. Natural Nusantara (NASA) untuk pemupukan Tanaman Cabe Merah dan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Merah, dapatkan hanya dari distributor resmi NASA.

Teknik Budidaya Cabe Rawit

Cara Budidaya Cabe Rawit – Budidaya cabe rawit merupakan langkah yang dilakukan untuk mengembangkan atau menanam cabe rawit. Cabe rawit merupakan salah satu jenis cabe yang sering digunakan sebagai bumbu masakan. Nama ilmiah cabe rawit yaitu Capsicum frustescens yang merupakan masih satu keluarga dari Solanaceae. Karena harga yang cukup tinggi di pasaran terutama pada hari-hari tertentu, membuat banyak para petani yang melakukan Budidaya Cabe Rawit.

Proses penanaman cabe rawit ini sebenarnya sama dengan menanam cabe pada jenis-jenis lain. Dimulai dari tahap pemilihan benih cabe rawit, persiapan lahan, hingga penanaman dan perawatan yang harus selalu dilakukan secara intensif, karena tanaman cabe rawit sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Masalah pada tanaman cabe rawit yang sering dikeluhkan oleh para petani yaitu daun cabe mengalami keriting, tanaman layu, sehingga produksi cabe menjadi kurang maksimal.

Cara Budidaya Cabe Rawit

Untuk melakukan budidaya cabe rawit, jangan pilih bibit cabe rawit secara sembarangan, misalnya jangan menggunakan biji cabe rawit yang ada di dapur. Karena pemilihan benih cabe yang baik sangat penting agar hasil panen juga memuaskan. Terdapat banyak pilihan benih cabe rawit hibrida yang merupakan bibit ungul tahan penyakit, misalnya Benih Cabe Rawit Genir dari NASA.

Untuk budidaya cabe rawit, harus dipastikan benih cabe terhindar dari serangan jamur. Oleh karena itu, pemberian fungisida sangat penting supaya tanaman cabe dapat tumbuh optimal dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.

  1. Buat Bedengan

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum budidaya cabe yaitu membuat bedengan. Berikut ini langkah-langkah pembuatan bedengan pada lahan budidaya cabe :

  • Buat bedengan dengan lebar 100 cm dan parit dengan lebar 80 cm
  • Jarak antar bedengan kira-kira 60 cm dengan arah bedengan memanjang dari utara ke selatan
  • Tinggi bedengan sekitar 20-30 cm
  1. Pemberian Pupuk

Tebarkan pupuk kandang dengan dosis 0,5 – 1 ton per 1000 m2 lahan. Lahan lalu diluku kemudian digaru dan biarkan kurang lebih selama 1 minggu. Kemudian tanah diberi kapur dolomit dengan dosis 0,25 ton per 1000 m2. Siramkan 2 botol.SUPERNASA yang dilarutkan ke dalam 3 liter air (sebagai larutan induk). Setiap 200 cc larutan induk dicampur dengan 50 liter air. Campurkan Natural Glio sebanyak 100-200 gram dengan pupuk kandang sebanyak 50-100 kg dan biarkan selama 1 minggu, setelah itu baru dapat di sebarkan ke bedengan. Bedengan ditutup dengan mulsa plastik yang dilubangi dengan jarak tanam 60-70 cm pola zig zag lalu biarkan 1-2 minggu.

  1. Atur Jarak Tanam

Setelah pemberian pupuk dasar, langkah selanjutnya yaitu mengatur jarak tanam antar bibit pada bedengan. Jarak tanam yang ideal yaitu 60 x 70 cm. Karena jika terlalu rapat, akan membuat pertumbuhan tanaman cabe rawit menjadi lambat.

  1. Menanam Cabe Rawit

  • Arah persemaian menghadap ke arah timur dan diberi naungan plastik untuk melindungi dari terik matahari dan air hujan
  • Media tumbuh dibuat dari campuran tanah dan kompos yang telah disaring dengan perbandingan 3:1, gunakan polybag bibit ukuran 4 x 6. Sebelum digunakan, pupuk kandang 25-50 kg dicampur dengan Natural GLIO 100 gr dan didiamkan selama 1 minggu.
  • Gunakan benih yang tenggelam, jangan yang terapung
  • Masukkan satu per satu benih cabe ke dalam polybag, lalu tutup dengan lapisan tanah tipis dan kompos yang telah diayak
  • Semprot dengan POC NASA dengan dosis 1-2 tutup per tangki saat umur 10 dan 17 HSS (Hari Setelah Tanam)
  • Lakukan penyiraman satu kali sehari
  • Pilih bibit yang pertumbuhannya seragam, kuat, tumbuh mulus dan tidak terkena penyakit
  • Bibit yang pertumbuhannya normal akan memiliki 5-6 helai daun pada umur 21-30 hari
  • Sebaiknya waktu tanam dilakukan saat pagi atau sore hari, bila sedang panas terik lebih baik ditunda
  • Lepas plastik polibag dengan hati-hati, jangan sampai merusak perakaran
  • Kemudian masukkan bibit cabe beserta media tanamnya ke dalam lubang tanam. Usahakan agar media semai jangan sampai terpecah
  • Setelah selesai tanam, sebaiknya langsung disiram atau disemprot dengan POC NASA sebanyak 3-4 tutup per tangki
  1. Perawatan Tanaman Cabe

Penyiraman dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan jika dirasa kering

Pemupukan dengan pengocoran dilakukan setiap seminggu sekali tiap lubang

  • Pemupukan Makro susulan (Urea,ZA dan KCL)

Usia tanaman 1-4 minggu

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 10 sendok makan

Kcl  = 10 sendok makan

Power Nutrition = 5-10 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman

Diberikan setiap 1 minggu sekali

Usia 5 minggu dan seterusnya

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 20 sendok makan

Kcl  = 20 sendok makan

Power Nutrition = 10-20 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang tanaman (400cc-600cc)

Diberikan setiap 1 minggu sekali

  • Pemupukan POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan Aero-810

Usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1-3 minggu)

Dosis yang digunakan :

Semprot POC NASA 3-5 tutup per tangki + HORMONIK 1 tutup per tangki + Aero-810 0,5 tutup per tangki

Cara aplikasi :

Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10-17 liter, dibutuhkan 20-30 tangki per 1 hektar lahan

Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama setiap produksi mulai umur 15-30 hari

Pengamatan Hama dan Penyakit Cabe Rawit

  • Penyakit layu, disebabkan oleh beberapa jamur antara lain fusarium, phytium dan rhizoctonia. Tanaman layu menyerang secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dapat dimusnahkan dengan menyebarkan Natural GLIO.
  • Penyakit busuk buah antraknosa. Gejala yang terlihat yaitu terdapat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan hebat dapat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Buah yang terserang kemudian dikumpulkan dan dipisahkan saat panen. Cara mengatasinya yaitu dapat ditaburkan Natural GLIO di bawah tanaman.

Fase Panen dan Pasca Panen Cabe Rawit

  1. Pemanenan Cabe Rawit

  • Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
  1. Cara Penen Cabe Rawit

  • Buah yang dipanen jangan yang sudah terlalu tua, tingkat kemasakannya 80-90%
  • Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran cabe dilakukan sejak di lahan

Cara Budidaya Cabe Hasil Melimpah

Cara Budidaya Cabe – Cabe merupakan salah satu tanaman yang sangat populer untuk di budidayakan, terutama di wilayah Indonesia. Karena cabe sangat cocok ditanam di daerah tropis. Syarat tumbuh tanaman cabe yaitu pada dataran rendah hingga dataran tinggi, mencapai ketinggian sekitar 2000 mdpl. Tanaman cabe masih dapat hidup pada tempat yang lebih tinggi dari itu, namun pertumbuhannya akan tidak maksimal sehingga berpengaruh pada hasil produksi tanamannya yaitu buah cabe. Biasanya tanaman cabe yang dibudidaya pada dataran tinggi lebih dari 2000 mdpl, tanaman cabe akan lebih rentan terserang hama dan penyakit, produksi buahnya juga tidak maksimal, cabe berbentuk kecil, berbiji sedikit, sehingga bobotnya juga lebih ringan. Semua jenis cabe, baik cabe rawit, cabe merah besar, cabe merah keriting dan cabe hijau, cara penanaman dan cara budidayanya sama saja.

Pada daerah yang berbeda, cara penyebutan cabe juga berbeda-beda :

Indonesia         :  cabe, cabai, lombok, dll

Inggris              :  chili pepper

Pilipina             :  siling haba

Cina                 :  Ia jiao

Langkah-Langkah Budidaya Cabe

Pemilihan Benih Cabe

Benih cabe dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu membeli dari toko pertanian dan toko benih atau dengan membenihkan sendiri.

  • Cara membenihkan sendiri :

Jika ingin menekan biaya, membuat benih cabe sendiri merupakan alternatif yang tepat. Untuk memilih benih cabe yang baik, pilih beberapa tanaman yang sehat dan terlihat kuat. Dari tanaman tersebut pilih buah yang bentuknya sempurna, bebas dari serangan penyakit dan hama. Kemudian biarkan buah tersebut menua pada pohon, biarkan buah hingga mengering di pohon.

Setelah buah cabe untuk bibit didapatkan, potong dengan arah membujur pada kulit buah. Pisahkan antara kulit buah dan biji. Rendam semua biji seleksi anda pada larutan air bersih, tujuanya agar biji dapat di pastikan bersih dari kotoran yang menempel. Dengan merendam biji cabe di dalam air, anda dapat melihat biji yang benar-benar baik, di tandai dengan tenggelamnya biji biasanya itu lah biji yang berkualitas. Buang semua biji yang mengapung di air, kemudian siapkan tampan “wadah untuk menjemur biji“ untuk di jemur selam 3 hari.

  • Cara membeli benih :

Benih Cabe Merah Keriting Kawat merupakan benih cabe unggul dari PT. Natural Nusantara. Benih cabe merah keriting Kawat ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan benih cabe merah keriting biasa. Merupakan benih dengan tipe F1 Super dengan kondisi buah berwarna merah mengkilap, lentur dan tidak mudah patah. Pohonnya akan berbuah lebat dan tidak mudah rontok. Menghasilkan buah cabe dengan panjang sekitar 15-18 cm dan diameter 0,6-0,8 cm. Keunggulan lainnya yaitu memiliki daya tumbih hingga 85%, dan cocok ditanam di semua ketinggian tempat. Dibutuhkan benih cabe merah keriting Kawat sebanyak 1-1,25 sachet per 1000 m2 lahan.

Persemaian Benih Cabe

Siapkan polybag ukuran 4 x 6 cm, untuk di isi media semai hingga ¾ bagian. Media semai dibuat dari campuran tanah dan kompos (pupuk kandang) yang telah diayak dengan komposisi 3 : 1. Sebelum pupuk kandang dipakai, setiap 25-50 kg pupuk kandang dicampur terlebih dulu dengan Natural Glio 100 gr lalu dibiarkan selama 1 minggu. Setelah media telah siap, masukkan media ke dalam polybag bibit. Arah persemaian membujur ke arah timur dengan dinaungi oleh atap plastik atau rumbia, agar tidak terkena terik matahari langsung dan guyuran air hujan.

Setelah semua bahan sudah siap, kemudian langkah selanjutnya Benih cabe kemudian direndam dengan larutan POC NASA, dengan cara 0,5-1 tutup POC NASA ditambahkan ke 1 liter air hangat dan diperam semalam. Benih cabe yang mengapung saat direndam sebaiknya dibuang, jangan dipakai untuk menanam. Perendaman benih dengan POC NASA bertujuan untuk memilih benih yang bagus untuk ditanam dan untuk menutrsisi benih agar tidak terserang penyakit saat disemai. Kemudian tanam biji ke dalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup biji dengan tanah semai.

Kemudian lakukan perawatan dengan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore. Untuk menghindari kucuran air yang terlalu deras, di sarankan menggunakan penutup bagian atas benin dengan kertas koran atau karung goni. Kemudian semprot dengan POC NASA. Cara membuat larutan POC NASA : 1-2 tutup POC NASA dicampur 10 liter air (1 tangki semprot). Penyemprotan dilakukan saat umur bibit 10 dan 17 HSS (hari setelah semai). Dilakukan penyiraman satu kali sehari pada pagi atau sore hari agar media semai selalu lembab.

Setelah dua minggu dapat di pastikan bibit siap tanam. Tapi biasanya pada hari ke-7 bibit sudah mulai tumbuh. Bibit cabe baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4-6 helai atau kira-kira berumur 4-5 minggu.

Pengolahan Lahan dan Penanaman Cabe

Setelah benih yang disemai telah siap untuk di tanam, langkah selanjutnya yaitu menyiapkan lahan untuk penanaman, pengolahan lahan bisa kita gunakan dengan cara membajaknya dengan kedalam 40 cm.

Ukur tingkat keasaman tanah, jika lahan terlalu asam netralkan dengan kapur dolomit, biasanya di berikan dengan kisaran 0,25 ton per 1.000 m2 tergantung dari tingkat ke asaman pada lahan.

Setelah itu, bedengan dan parit mulai dibuat. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, jarak antar bedengan 60 cm, parit dibuat dengan lebar 80 cm. Buat lubang tanam dengan pola zig-zag dengan ukuran 50-60 cm, lubang tanam dibuat dalam dua baris dalam satu bedengan dengan jarak antar baris 60 cm. Pembuatan lubang dibuat zig-zag tidak sejajar. Hal ini berguna untuk meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara.

Kemudian tahap transplanting atau pemindahan bibit dari polybag ke lahan budidaya. Proses penanaman ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore saat matahari sinar matahari belum begitu terik untuk menghindari agar bibit cabe tidak stres karena bibit masih dalam keadaan menyesuaikan diri. Dan sebaiknya penanaman dilakukan secara bersamaan dalam satu hari. Pilih bibit yang pertumbuhannya normal atau seragam, bibit tumbuh sehat, kuat, mulus, tidak terdapat cacat atau luka dan tidak berpenyakit. Proses penanaman ini cukup mudah, cukup dengan menyobek polybag bibit untuk mengeluarkan bibit beserta bola tanahnya. Masukkan bibit cabe merah keriting beserta media tanamnya (bola tanahnya) ke dalam lubang tanam pada bedengan. Lakukan proses ini dengan hati-hati, usahakan bola tanah jangan sampai terpecah karena dapat merusak perakaran bibit.

Perawatan dan Pemeliharaan Cabe

Pemupukan Susulan
  • Pemupukan Makro susulan (Urea,ZA dan KCL)

Usia tanaman 1-4 minggu

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 10 sendok makan

Kcl  = 10 sendok makan

Power Nutrition = 5-10 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk tersebut ke dalam 50 liter air, dan siramkan sebanyak 1 gelas (200cc) per lubang tanaman

Diberikan setiap 1 minggu sekali

Usia 5 minggu dan seterusnya

Dosis yang digunakan :

Urea =  10 sendok makan

ZA   = 20 sendok makan

Kcl  = 20 sendok makan

Power Nutrition = 10-20 sendok makan

Cara aplikasi :

Campur semua pupuk diatas tadi kedalam 50 liter air, siramkan 2-3 gelas per lubang tanaman (400cc-600cc)

Diberikan setiap 1 minggu sekali

  • Pemupukan POC NASA, HORMONIK (GREENSTAR) dan Aero-810

Usia 2 Minggu dan seterusnya (interval 1-3 minggu).

Dosis yang digunakan :

Semprot POC NASA 3-5 tutup per tangki + HORMONIK 1 tutup per tangki + Aero-810 0,5 tutup per tangki

Cara aplikasi :

Penyemprotan dilakukan dari atas dan bawah permukaan daun. Dengan volume tangki 10-17 liter, dibutuhkan 20-30 tangki per 1 hektar lahan

Penyiangan

Untuk para pembudidaya yang jarang menggunakan mulsa, penyiangan harus dilakukan secara rutin untuk menghilangkan gulma, tanaman pengganggu atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman utama, yaitu tanaman cabe.

Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Ulat tanah (agrotis ipsilon)

Hama ini aktif pada malam hari untuk populasi, makan dan bertelur. Ulat memakan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Pada siang hari ulat sembunyi dalam tanah di sekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau PENTANA.

  • Ulat grayak (spodoptera litura & S, exigua)

Ciri ulat yang baru menetas dan ulat yang masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut, badan berbentuk bulat. Terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bualn sabit). Gejala tanaman yang terserang ulat ini adalah permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-ubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal rantingnya saja. Cara penanganannya yaitu telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput disekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. semprot dengan PENTANA atau PESTONA.

  • Bekicot/siput

Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. dicari di sekitar pertanaman. Buang ke luar areal.

Pemanenan Cabe

  1. Pemanenan Cabe

  • Panen pertama dilakukan sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih. Hal itu tergantung dengan ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 sebaiknya disemprot dengan POC NASA + HORMONIK dan dipupuk dengan dosis 500 cc per pohon
  1. Cara Penen Cabe

  • Buah yang dipanen jangan yang sudah terlalu tua, tingkat kemasakannya 80-90%
  • Pemanenan yang baik yaitu pada pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran cabe dilakukan sejak di lahan
  • Simpan hasil panen di tempat yang teduh
Panduan Menanam Cabe Merah Keriting

Panduan Menanam Cabe Merah Keriting

Cara Menanam Cabe Merah Keriting – Cabe merah keriting merupakan salah satu komoditas pertanian yang sangat menjanjikan. Pada waktu tertentu harga cabe merah keriting bisa melonjak sangat tinggi. menanam cabe merah keriting juga bukan pekerjaan yang mudah. Para petani akan berhadapan dengan harga yang naik turun, cuaca yang tidak menentu, biaya produksi yang sangat tinggi dan tanaman cabe merah keriting juga mudah terserang hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar produksinya maksimal dan dapat mendatangkan keuntungan, para petani harus merawat cabe keriting dengan baik dan benar.

Tanaman cabe berasal dari Benua Amerika, tepatnya di negara Peru yang memiliki iklim tropis dan subtropis. Kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Tanaman cabe dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe Merah Keriting

Tanaman cabe merah keriting dapat tumbuh di dataran rendah maupun daerah pegunungan yang ketinggiannya mencapai 2000 mdpl. Iklim tropis dan subtropis merupakan dua jenis iklim yang paling cocok untuk menanam cabe merah keriting. Suhu lingkungan yang ideal yaitu antara 16-23 derajat Celcius. Tanah yang baik untuk menanam cabe merah keriting yaitu tanah yang kaya akan kandungan bahan organik, gembur, subur dan tidak mudah menggenang air dengan pH tahan 5,5 sampai 6,8.

Langkah-Langkah Menanam Cabe Merah Keriting

Pemilihan Bibit Cabe Merah Keriting

Benih Cabe Merah Keriting Kawat merupakan benih cabe unggul dari PT. Natural Nusantara. Benih cabe merah keriting Kawat ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan benih cabe merah keriting biasa. Merupakan benih dengan tipe F1 Super dengan kondisi buah berwarna merah mengkilap, lentur dan tidak mudah patah. Pohonnya akan berbuah lebat dan tidak mudah rontok. Menghasilkan buah cabe dengan panjang sekitar 15-18 cm dan diameter 0,6-0,8 cm. Keunggulan lainnya yaitu memiliki daya tumbih hingga 85%, dan cocok ditanam di semua ketinggian tempat. Dibutuhkan benih cabe merah keriting Kawat sebanyak 1-1,25 sachet per 1000 m2 lahan.

Pembibitan dan Penyemaian

Penyemaian sebaiknya menggunakan media polybag. Karena jika dengan cara ditabur, tidak menutup kemungkinan bibit akan tumbuh berhimpit sehingga banyak bibit yang tidak terpakai. Secara ekonomis, hal ini tentu saja bisa merugikan, apalagi bibit cabe merah jenis hibrida harganya cukup mahal.

Media persemaian dibuat dari campuran tanah dan kompos (pupuk kandang) yang telah diayak dengan komposisi 3 : 1. Sebelum pupuk kandang dipakai, setiap 25-50 kg pupuk kandang dicampur terlebih dulu dengan Natural Glio 100 gr lalu dibiarkan selama 1 minggu. Setelah media telah siap, masukkan media ke dalam polybag bibit ukuran 4 x 6. Arah persemaian membujur ke arah timur dengan dinaungi oleh atap plastik atau rumbia, agar tidak terkena terik matahari langsung dan guyuran air hujan.

Masukkan satu per satu biji cabe merah keriting Kawat ke polybag bibit yang telah berisi media semai. Lalu tutup tipis dengan lapisan tanah hingga bibit tidak terlihat. Setelah itu, POC NASA 1-2 tutup dicampur dengan 10 liter air dan digunakan untuk menyemprot penyemaian satu kali sehari, agar media semai selalu lembab.

Proses Pengolahan Tanah

Lahan yang telah ada, diberi perlakuan pupuk kandang 0,5-1 ton per 1000 m2. Kemudian lahan diluku dan digaru agar tanah menjadi gembur dan pupuk kandang tercampur rata. Diamkan selama 1 minggu. Berikan dolomit 0,25 ton per 1000 m2 lahan untuk menambah tingkat keasaman tanah. Setelah itu, bedengan dan parit mulai dibuat. Buat bedengan dengan lebar 100 cm, jarak antar bedengan 60 cm, parit dibuat dengan lebar 80 cm.

Aplikasi SUPERNASA dan POC NASA (gunakan salah satu)

  • 1 botol SUPERNASA dilarutkan ke dalam 3 liter air untuk dijadikan sebagai larutan induk. Setiap 200 cc larutan induk ditambahkan dengan 50 liter air untuk menyiram bedengan.
  • Alternatif aplikasi yang lain yaitu 1 sdm SUPERNASA ditambahkan dengan 10 liter air, dan siramkan ke bedengan sepanjang 5-10 meter.
  • POC NASA digunakan dengan cara 2-4 tutup botol POC NASA ditambahkan ke dalam 10 liter air, untuk menyerang bedengan 5-10 meter.

Lalu campurkan Natural Glio dan pupuk kandang dengan dosis 100-200 gram (1-2 bungkus) untuk 50-100 kg pupuk kandang, biarkan selama 1 minggu, baru ditebarkan ke bedengan. Bedengan kemudian ditutup menggunakan mulsa plastik yang telah dliubangi dengan jarak tanam 60 x 70 yang diterapkan dengan pola zig zag dan biarkan selama 1 minggu.

Proses Penanaman Cabe Merah Keriting

Setelah umur 3-4 minggu penyemaian, benih cabe merah keriting yang disemai akan muncul 3-4 helai daun. Dan pada waktu ini, bibit telah siap untuk dipindah tanamkan. Proses penanaman ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore saat matahari sinar matahari belum begitu terik untuk menghindari agar bibit cabe tidak stres karena bibit masih dalam keadaan menyesuaikan diri. Dan sebaiknya penanaman dilakukan secara bersamaan dalam satu hari. Pilih bibit yang pertumbuhannya normal atau seragam, bibit tumbuh sehat, kuat, mulus, tidak terdapat cacat atau luka dan tidak berpenyakit. Proses penanaman ini cukup mudah, cukup dengan menyobek polybag bibit untuk mengeluarkan bibit beserta bola tanahnya. Masukkan bibit cabe merah keriting beserta media tanamnya (bola tanahnya) ke dalam lubang tanam pada bedengan. Lakukan proses ini dengan hati-hati, usahakan bola tanah jangan sampai terpecah karena dapat merusak perakaran bibit.

Setelah proses penanaman selesai, bedengan langsung disiram atau disemprot menggunakan larutan POC NASA agar lahan bedengan selalu dalam keadaan lembab. Aplikasi POC NASA menggunakan dosis sebanyak 3-4 tutup botol yang dicampur dengan 10 liter air (1 tangki).

Diatas merupakan langkah demi langkah yang baik dan benar, jika Anda ingin melakukan Penanaman Cabe Merah Keriting. Dapatkan Produk Pertanian NASA untuk menunjang usaha budidaya Anda. Dapatkan hanya dari distributor resmi PT. Natural Nusantara (NASA).